Panglima TNI Tinjau Persiapan Impelentasi Silacak di Puskesmas Sukomoro

Senin, 2 Agustus 2021 11:19 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

NGANJUK, Abdirakyat.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, SIP dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen. Pol. Arief Sulistyanto meninjau persiapan penerapan aplikasi Silacak di Puskesmas Sukomoro, Minggu (01/08/2021).

Silacak merupakan aplikasi Kementerian Kesehatan untuk melacak dan melacak siapa yang kontak dengan pasien yang terpapar COVID-19 secara digital.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Kemudian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Ganip Warsito, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Setibanya di Kota Bayu, jajaran petinggi negara tersebut disambut oleh Danrem 081/DSJ Madiun Kolonel (Inf) Waris Ari Nugroho dan Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI meninjau kembali kesiapan petugas yang akan melaksanakan aplikasi tracing digital contact erat Silacak di Puskesmas Sukomoro. Panglima TNI juga melihat secara langsung petugas yang mempraktekan pengoperasian aplikasi tracing Silacak dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Panglima TNI memberikan Arahan kepada petugas Aplikasi penelusuran kontak digital erat Silacak di Puskesmas Sukomoro

Dalam Arahannya, Panglima TNI mengatakan, jika ada warga yang terkonfirmasi positif COVID-19, harus segera dilakukan. Terutama yang kontak erat dengan 15 orang terdekat. Serta harus melakukan tes usap antigen.

“Kemudian dilakukan hanya selama lima hari,”katanya sambil mengingatkan hasilnya positif, dilanjut tes usap PCR, dan harus isolasi mandiri.

Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA menegaskan, bahwa penting oleh petugas. Seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun bidan sesa melalui aplikasi Silacak. Dengan tujuan, mengetahui kemungkinan kemungkinan dan harus menjalani isolasi.

Menurutnya, Pemkab Nganjuk juga telah menyediakan lokasi yang bebas dari konflik. Yakni di Hotel Wilis, Gedung Mpu Sendok dan Hotel Wisata Karya Sanggrahan, Sawahan.

“Sementara untuk percepatan vaksinasi, jumlah yang telah tervaksinasi di Kabupaten Nganjuk sekitar 115 ribu, masih 15 persen. Untuk itu ditargetkan dalam sehari ada 8 ribu vaksin untuk disalurkan. Selain itu juga mempersiapkan 5 mobil vaksin untuk pelayanan kepada masyarakat,”tambah Kang Marhaen . (adi/ry/st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi