Tipu Pasutri Tuna Netra, Oknum Pengacara Diganjar Hukuman Penjara 10 Bulan 

Kamis, 14 Oktober 2021 00:32 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

NGANJUK, Abdirakyat.com –  Buah dari perbuatan oknum pengacara berinisial AM warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom yang telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dua bidang tanah sawah dan pekarangan milik Pasangan Suami Istri ( Pasutri), tuna netra Azis Rahayu dan Bukhori warga Desa Sonobekel, Tanjunganom akhirnya terbayar dengan hukuman kurungan selama 10 bulan. Itu sesuai vonis yang dijatuhkan oleh
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk belum lama ini.

Dengan vonis hakim tersebut membuat kuasa hukum pasutri tuna netra, Wahyu Prijo Djatmiko, SH bergerak cepat mendatangi kantor BPN guna membatalkan berkas pengajuan sertifikat atas nama pemilik baru.

“Secara legal formal, proses jual beli dua bidang tanah milik klien saya jelas cacat hukum. Maka BPN harus bisa cek ulang keabsahan berkas..Kalau tidak segera dibatalkan maka kami akan menempuh jalur hukum,”ujar WP Djatmiko.

Kronologis kejadian awal disampaikan WP Djatmiko tepatnya pada tahun 2016 silam, Aziz Rahayu berniat minta tolong kepada AM untuk menyelesaikan sengketa waris yang terjadi dikeluarganya 

Obyek waris tersebut masih kata WP Djatmiko berupa tanah sawah seluas 1523 meter persegi. Dan tanah pekarangan seluas 469 meter persegi.

“Obyek waris tersebut berasal dari harta peninggalan mendiang orang tua Aziz,”bebernya. 

Aziz Rahayu sang tunanetra mendekap anak semata wayangnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awalnya Aziz lebih lanjut dikatakan WP Djatmiko tidak menaruh kecurigaan sedikitpun kepada AM. Namun seiring berjalannya waktu, penyelesaian sengketa waris tidak kunjung selesai. Untuk memastikan itu, Azis tidak bosan bosannya kerap menanyakan urusan ini ke AM.

“Setiap ditanya jawaban AM masih proses,’lanjutnya .

Nah, tabir kepalsuan yang diskenario AM lambat laun terungkap. Ternyata tanda tangan dan cap jempol didokumen yang disodorkan AM tidak untuk menyelesaikan waris. Tapi dokumen tersebut adalah form surat jual beli.

“Karena klien saya buta otomatis tidak tahu. dokumen yang ditandatangani,”tandasnya.

Faktanya obyek hak waris yang semestinya dimiliki Azis, justru terdengar kabar sudah dimiliki orang lain.

“Peralihan aset tanpa sepengetahuan Azis Rahayu tersebut akhirnya mencuat,”imbuhnya.

Nasib buruk yang menimpa si buta Azis Rahayu yang telah ditipu oknum pengacara sontak mengundang reaksi dari lapisan masyarakat. Termasuk kalanggan media dan LSM intens membantu mengungkap fakta dibalik tipu muslihat AM. Tidak ketinggalan dari kelompok adosiasi pengacara dan lembaga bantuan hukum dengan sukarela membantu pasutri tunanetra ini.

Laporan sampai putusan hakim tidak memakan waktu panjang. Sesuai putusan Pidana Majelis Hakim Nomor 178/Pid.B/2021/PN.Njk dengan mengganjar AM pidana penjara.

Tidak hanya hukuman kurungan,dalam putusannya, Majelis Hakim juga menyita sertifikat dan uang senilai Rp. 205.000.000 dari penguasaan AM,’ papar WP Djatmiko.

“Saya acungi jempol APH , dengan menjalankan sistem peradilan pidana negara berhasil membongkar tindak pidana yang tergolong cukup canggih ini,”ujar advokat yang akrab disapa Haji Wahyu ini.

Oleh karena itu, berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 21 Tahun 2020, padutri tuna netra memiliki hak untuk mengajukan permohonan pembatalan semua sertifikat yang telah berganti nama pemilik baru. ( adi ) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi