Permintaan Pasar Menurun, Harga Cabe Rawit Terjun Bebas

Kamis, 26 Agustus 2021 11:17 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

NGANJUK, Abdirakyat.com –  Harga cabe rawit di Kabupaten Nganjuk sampai hari ini terus mengalami penurunan. Tercatat dalam dua pekan terakhir ini, harga cabe ditingkat petani terjual Rp. 8 ribu sampai Rp. 10 ribu perkilogramnya.

Sementara harga ditingkat pedagang terjual Rp 15 ribu perkilo atau selisih Rp 5 ribu dari harga petani. Dimungkinkan penurunan harga cabe akan berlangsung sampai akhir bulan ini  Mengingat permintaan pasar menurun juga stok cabe rawit digudang besar semakin meluap karena panen raya disejumlah daerah.

“Meskipun harga rendah, petani tetap untung.Karena resiko serangan hama relatif kecil sehingga biaya perawatan tidak terlalu besar,”terang Sunardi, petani cabe asal Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot.

Menurut dia juga, bahwa kondisi pasar seperti ini sudah biasa dialami petani.Jadi dianggap wajar dan bukan suatu persoalan besar. 

“Petani cabe pernah jaya saat harga cabe mencapai seratus ribu perkilo. Jadi kalau ada penurunan harga seperti saat ini kita anggap wajar. Ini hukum pasar,”katanya juga.

Sementara dengan turunnya harga cabe rawit seperti saat ini, membuat para pedagang kaki lima sedikit lega. Seperti pengakuan sebagian besar ibu rumah tangga juga para pedagang kaki lima mengaku sedikit tertolong dengan turunnya harga cabe. 

“Lumayan tidak merogoh kocek uang belanja dapur terlalu banyak,”aku Yuni ibu rumah tangga.

Untuk diketahui, jenis tanaman palawija di Kabupaten Nganjuk yang mengalami kemrosotan harga selain cabe rawit, juga bawang merah. Selisih harganya terpaut sedikt. Bawang merah sampai hari ini masih bertahan pada harga Rp 14 ribu perkilo. Jadi sedikit diatas harga cabe rawit. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi