Pedagang Keliling Mengeluh, Program Stimulus UMKM Tak Pernah Dirasakan

Selasa, 27 Juli 2021 10:51 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Program Stimulus ekonomi kepada pelaku usaha mikro dan ultramikro di sektor-sektor informal, seperti PKL, tukang gorengan, tukang tambal ban, warung kecil dan sebagainya, masih belum menyentuh langsung kepada pelaku usaha kecil Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sekitar 100 Pedagang Kaki Lima (PKL) harian yang keliling dan mangkal di area lingkungan sekolahan tersebut belum sepenuhnya mendapatkan bantuan dana hibah BLT – UMKM bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi sasaran program Presiden Joko Widodo.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Kompas (Komunitas Pedagang Sekolahan) afandianto, dengan adanya PPKM dan penutupan sekolahan yang hampir 2 tahun ini, ia dan rekan-rekan pedagang yang berjualan di lingkungan sekolahan merasa sangat berat untuk berjualan. Bahkan, ada sebagian teman pedagang yang beralih profesi demi menyambung kebutuhan ekonominya.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, saya berharap Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memperhatikan nasib pedagang yang berjualan di lingkungan sekolahan,”katanya kepada abdirakyat.com. Selasa, (27/7/2021).

Sampai saat ini, ia mengaku belum tersentuh atau mendapatkan bantuan program stimulus sama sekali dari pemerintah.

“Kami meminta yang di perhatikan jangan cuman PKL yang di lingkungan kota saja. Akan tetapi kami PKL yang notabennya berada di pinggiran juga tolong diperhatikan, agar bansos buat pkl bisa merata,”harapnya

Afandianto berharap, agar DPRD Kabupaten Jombang membantu mendorong program stimulus untuk PKL segera di anggarkan.

“Buat anggota DPRD Kabupaten Jombang agar bisa memperjuangkan dan mendorong, supaya Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan stimulus buat para pedagang yang terdampak dengan kebijakan PPKM dan penutupan sekolah,”pungkas Afandianto. 

 

Terpisah, Ketua PKL Srikandi Jombang Utara, Ibnu Salam saat diwawancarai menyampaikan keluh kesah yang sama, yakni ia sebagai PKL selama pandemi Covid-19 jualannya merasa sepi dan penghasilannya pun mengalami penurunan.

“Penghasilan semakin merosot, apalagi semenjak ada PPKM kita tidak bisa bekerja sama sekali. Karena hajatan tidak diperbolehkan, buka pasar kaget juga sering di obyak sama perangkat desa,”tuturnya.

Pria asal Dusun Duren, Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ini mengatakan, selama masa pandemi dan diterapkan PPKM, ia dan teman PKL utara brantas berharap agar program stimulus dapat dirasakan juga olehnya.

“Selama ini tidak ada solusi sama sekali untuk kami sebagai para pkl yang terdampak pandemi. Kami mohon agar adanya bantuan dana stimulus dari pemerintah untuk kami para pkl,”tegas Ibnu. (ry/st/ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi