Honor Jukir Lebih Rendah  Dari Upah Karyawan Toko

Sabtu, 4 September 2021 00:52 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

NGANJUK, Abdirakyat.com –  Upah tenaga honorer juru parkir ( Jukir ) Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk sampai saat ini masih jauh dibawah ketentuan Upah Minimum Kabupaten ( UMK ).Setiap bulannya para tenaga honorer ini menerima upah kurang dari Rp 1 juta. ‘Besaran upahnya terganntung masa kerja ,” terang salah satu Jukir saat ditemui di jalan  A Yani.

Untuk tenaga honorer yunior atau pemula masih kata nara sumber, dari daerah dibayar Rp 850 ribu perbulan. Sedangkan untuk yang masa kerjanya sudah lama dibayar Rp 950 ribu perbulan. ‘Saya jadi jukir sejak tahun 1989. Sampai sekarang berarti sudah hampir 32 tahun,”terangnya.

Selama masa kerjanya itu, setumpuk kisah pahit getir disampaikan dengan gamblang. Mulai dari merasakan menerima uang sabun ( upah rendah)  juga ada istilah bagi hasil atau fivety – fivety. Termasuk pernah ikut aksi ke DPRD terkait protes pengangkatan status K-1 menjadi PNS.Padahhal kita sudah dibayar menggunakan dana APBD “Tapi upaya itu kandas,”ujarnya juga.

Terlepas dari itu semua, yang pasti uang kesejahteraan seorang  juru parkir di Kabupaten Nganjuk lebih rendah dari upah karyawan toko. Dengan fakta itu tampaknya memantik perhatian dari kalangan LSM di Kabupaten Nganjuk.

Seperti tanggapan Ketua LSM Lembaga Kajian Hukum dan Perburuan Indonesia  ( LKHPI), Wahju Prijo Djatmiko bahwa dengan fakta ini patut disikapi. ‘ Tentunya dari pihak eksekutif dan dewan untuk merumuskan anggaran rasional untuk uang kesejahteraan tenaga juki. Kalau honornya lebih rendah dari upah karyawan toko ini sangat memprehatinkan,”tuturnya.  (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi