Pasutri Covid-19 Asal Bangkalan Dijemput Paksa Setelah Tiba di Jombang

Kamis, 10 Juni 2021 00:10 WIB
Reporter : YantoSetaiwan

 

Jombang, Abdirakyat.com Pasangan Suami Istri (Pasutri) berinisial IR (37) dan RTS (34), pada Selasa (08/6/2021) malam dijemput paksa oleh tim Satgas Jombang, Jawa Timur, dalam waktu sehari setelah tiba di Jombang dan usai melakukan perjalanan dari Bangkalan – Madura.

Pasutri yang positif Covid-19 dengan hasil tes PCR setelah diperiksa kesehatannya oleh petugas medis. Keduanya dirawat di ruang isolasi khusus RSUD Jombang dan diduga positif Covid-19 varian baru.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Jombang, Muhdlor mengatakan, bahwa sang istri atau RTS merupakan warga kelahiran Jombang. Namun sudah lama tinggal (domisili) di Bangkalan mengikuti suaminya IR.

“Pada saat ada lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, ibunya yang di Jombang meminta RTS untuk pulang ke Jombang,”ujarnya Rabu, (09/6/2021).

Setelah itu, keduanya lalu pulang ke Jombang. Mereka berangkat dari Bangkalan pada Senin, (7/6/2021) dan tiba di Jombang pada malam harinya. Namun belum diketahui secara pasti, karena perjalanan mereka bisa lolos dari penyekatan di Suramadu.

Mereka dijemput paksa selama perjalanan, keduanya merasakan gejala aneh pada tubuh. Sesampainya di Jombang, pasutri tersebut langsung memeriksakan diri ke salah satu dokter.

“Untuk penanganan lebih lanjut, mereka berdua dirujuk ke RSUD Jombang,”kata Camat Jombang itu kepada wartawan.

Usai di rumah sakit tersebut dilakukan pemeriksaan, termasuk dites swab PCR. Selama menunggu hasilnya, pasutri itu kembali ke rumahnya di jalan Cempaka, Desa Mojongapit, Jombang.

“Kemudian, Direktur RSUD Jombang menghubungi Satgas Covid-19 Kecamatan Jombang, memberitahukan adanya pasutri tersebut,”ujarnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan Kapolsek dan Danramil, petugas menuju ke lokasi dengan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap untuk menjemput paksa pasangan suami istri itu.

Menurut Muhdlor, mereka pasrah saat dinaikkan ke ambulans oleh petugas. Selanjutnya, kedua orang itu dibawa ke RSUD Jombang guna menjalani isolasi.

“Keduanya kita jemput paksa dan kita bawa ke RSUD Jombang untuk isolasi,”jelasnya.

Muhdlor menyebut, dari hasil tracing pelacakan, pasutri itu belum melakukan kontak dengan orang lain. Karena begitu masuk Jombang, keduanya langsung memeriksakan diri ke dokter dan dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes PCR.

“Sempat pulang ke rumah orang tuanya di Desa Candimulyo Jombang. Namun hanya menaruh mobil di halaman, jadi hasil tracing yang kita lalukan, keduanya belum melakukan kontak dengan orang lain,”tuturnya..

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, bahwa gejala awal kedua pasien positif tersebut sesak napas dan batuk-batuk. Pasutri itu kini dirawat di ruang isolasi khusus.

“Saat ini, yang suami mengalami gejala sesak napas. Sedangkan istri mengalami batuk-batuk. Keduanya dirawat di ruang khusus,”kata Pudji Umbaran saat dihubungi awak media.

Keduanya diduga terpapar virus Covid-19 varian baru. Namun, Pudji menyebut, untuk memastikan itu, sampel hasil tes PCR dikirim ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Timur.

“Karena dari Bangkalan, maka kecurigaan varian baru tetap ada dan saat ini sampel sedang diperiksa oleh Labkesda Propinsi Jawa timur untuk memastikan apakah varian baru atau bukan,”katanya. (rs/st/ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi